Halloween party ideas 2015

Gambar pribadi Alm. Albert Mungguar

Keluarga besar organisasi Aliansi Mahasiswa Papua (AMP) mengucapkan turut belasungkawa atas berpulangnya kamerad Albert Mungguar. Mendiang menghembuskan nafas terakhir pada dini hari, pukul 3:45 subuh (16/01/2020) waktu Papua dari rumah sakit Dok II setelah sakit kurang lebih 6 bulan menderita penyakit radang usus dan paru-paru.

AMP betul-betul merasa kehilangan satu pelopor terdepan di barisan perlawanan hari ini, setelah belum lama ini Kamerad Roy Karoba, mantan ketua AMP Yogyakarta, juga pernah jadi pengurus pusat AMP masa kepemimpinan Jefri Wenda, lalu bebera hari yang lalu AMP kehilangan kamerad Dalinus Wakerwa, anggota AMP KK Bali.

Kamerad Alm. Albert Mungguar aktif di organisasi AMP, menjabat sebagai sekretaris II Komite Pusat AMP. Ia dipilih sebagai sekretaris melalui kongres Nasional AMP ke-IV dari kota Yogyakarta pada Februari 2018.

Sebelumnya Ia menjadi sekretaris AMP komite Kota Jakarta periode 2015-2017. Ia mulai kontak dengan pergerakan di tanah kolonial, terutama pergerakan mahasiswa di Jakarta pada 2014, tahun-tahun awal beliau dari Papua datang ke Jawa langsung pegang Megaphone dan berdiri di samping kamerad Jefri Wenda, Frans Nawipa, Adhen Dimi, Jhon Gobai dan kawan-kawan lainnya, lalu terus melantangkan suara-suara perlawanan di sana.

Sepanjang tahun 2014-17 AMP mengalami masa yang paling sulit, terutama membangun pergerakan di AMP di kota Metropolitan. Aksi massa bisa jadi hanya berjumlah 4 sampai 6 orang saja. Sepanjang masa sulit itu Albert terlibat dalam proses pembangunan basis massa di Jakarta. Hingga FRI WP terbentuk beliau aktif memberikan pemahaman kepada orang-orang Papua di Jakarta bahwa pentingnya solidaritas, persatuan dan aksi bersama, bahkan turun ke basis-basis asrama dan terus menggalang diskusi-diskusi penyadaran bersama kamerad-kamerad lainnya, diantaranya: Siwa Hesegem (sekjen AMP Jakarta 2018-2020), Erol, Ruland Levy, Kolari Wanimbo, Iche Daby, Helena Kobogau (mantan Ketua AMP KK Jakarta 2018-2020).

Aktivitas politik Albert di pulau Jawa, terakhir kali Ia ikut demonstrasi di Jakarta, aksi yang berujung penangkapan the six tapol Papua. Karena nama beliau masih di sebut-sebut dalam BAP the six Jakarta oleh Polda Metropolitan, Ia bersama beberapa kawan-kawan segera lari keluar kota Jakarta. Dalam kondisi itu Ia aktif selesaikan tugas presentasi karya skripsinya di Universitas Tama Jagakarsa, Jakarta. Usai itu Ia pulang ke Papua dan bergabung bersama kawan-kawan yang pulang karena situasi rasial dan teror, yang belakangan menamai diri mahasiswa Eksodus.

AMP mendapatkan kabar terakhir tentang kondisinya setelah mendiang sakit 3 bulan; berdiam diri di kos-kosan yang tersembunyi dari aktivitas kawan-kawan lainnya.

Pada kesempatan ini juga AMP mengucapkan banyak terima kasih kepada kawan-kawan yang telah membantu banyak hal dalam proses pengubatan, merawatnya, hingga beliau menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan Ia sebagai seorang pejuang muda Papua.

Sekali lagi AMP mengucapkan turut berduka yang sedalam-dalamnya kepada Ayah dan Ibu tercinta dari kawan Albert. Terima kasih banyak untuk dedikasinya, hadir sebagai Guru pertama baginya hingga Kawan Albert menjadi seorang pejuang yang sungguh suguhi ilmu pengetahuan dan hidupnya untuk perjuangan pembebasan rakyat West Papua. Anda hebat atas semua nasihat dan pelajaran kasih sayangnya, sebab itu yang selalu membuat semua kawan-kawannya merasa selalu dekat dalam perjuangan. Ia mewarnai gambar tersendiri sebagai seorang Albert Pahabol, laki-laki asal Yali yang pantang mundur, pemberani, bermental pemberontak, pemilik murah senyum dan sosok pejuang yang tenang;

juga kepada semua saudara, adik, kakak, keluarga terdekat yang di tinggalkannya, semoga Tuhan memberikan ketabahan dan kekuatan kepada kita semua.

Selamat jalan kamerad Alm. Albert Mungguar alias setan penguasa hutan, sampaikan salam rindu untuk kamerad Roy Karoba, Rinto Kogoya, Oto Parianus Kudiai, Mas Sayur, Abbi Muyapa, Musa Mako Tabuni, Dalinus Wakerkwa, dan semua kamerad yang sudah mendahului perjuangan ini.

Sampai ketemu di Alam sana, sayang, waaa, Nare.

Sabtu, 16 Januari 2021

 

Komite Pusat

Aliansi Mahasiswa Papua


Komentar Anda

[disqus][facebook]
Gambar tema oleh duncan1890. Diberdayakan oleh Blogger.
Koran Kejora View My Stats